Sabtu, 05 November 2011

SATU NADI (Slank dan Slankers)

Siapa tidak kenal dengan grup band SLANK? Grup band yang telah puluhan tahun melanglang buana di jagat musik Tanah Air. Group yang dulunya bernama "Cikini Stones Complex (CSC)" bentukan Bimbim tersebut secara resmi berubah nama menjadi SLANK sejak 26 Desember 1983. Karena kebosanan para punggawa SLANK akan memainkan musik orang lain, mereka ingin memainkan musiknya sendiri, dan sejak tanggal itulah menjadi tonggak sejarah berdirinya grup band yang diawal kariernya memiliki lima personil yaitu, Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard). Mereka memulai debutnya dengan album mereka yaitu pada tahun 1990 dengan album bertitel "Suit-Suit... He He He (Gadis Sexy)", perjuangan menelurkan album tak semudah membalik telapak tangan, bagi mereka.
Seiring bergulirnya karier mereka, pada tahun 1994 mereka tergoda oleh "Narkoba" yang hingga tahun 1999 meracuni mereka. Performa dan nama besar SLANK pun menyurut seiring mengalirnya obat-obatan haram di darah sejumlah personil SLANK, bahkan terancam bubar. Namun akhirnya mereka sadar dan berujar, SLANK membantah anggapan bahwa dengan mengonsumsi Narkoba seorang seniman bisa lebih kreatif, justru sebaliknya, tanpa menggunakan barang haram tersebut mereka terbukti bisa menghasilkan.Dengan semangat yang lebih dan dorongan dari para pendukung setianya yang menamakan diri "Slankers", kini SLANK yang dipunggawai "Kaka (vokal), Bimbim (Drum), Abdee (gitar), Ivanka (Bas), Ridho (Guitars)" kini semakin solid sejak timbulnya perpecahan personil awal dan seiring kesembuhan SLANK dari narkoba. Mereka semakin gemilang di belantara musik Tanah Air, dan kini mereka memiliki puluhan album populer, sederet penghargaan serta jutaan lebih penggemar setia (Slankers). Bahkan mereka kini sukses memerangi narkoba.

Namun kegemilangan SLANK hingga saat ini tak luput dari cinta besar para pendukung setianya. Slankers selalu hadir, memeriahkan, dan mensukseskan dimanapun SLANK beraksi. Mereka juga tak segan membeli album-album SLANK yang "ASLI" bukan "BAJAKAN". Deretan lagu bermakna dari SLANK serta para Slankers yang tetap menjunjung tinggi cinta damai dan tidak anarki, selalu mengalir membawa SLANK disepanjang kariernya. SLANK dan Slankers adalah satu nadi yang tak terpisah, dan mungkin mampu membawa kemajuan musik dalam negeri. PEACE…!

Selasa, 03 Maret 2009

KIRAB MALAM 1 SURO

Awal tahun baru Hijriah yang terselip pada akhir tahun Masehi, malam tahun baru Hijriah di Keraton Solo yang selalu di warnai dengan lautan manusia ditepi jalan yang dilalui iring-iringan abdi dalem Keraton. Warga masyarakat yang memadati tepi jalan tersebut rela menunggu berjam-jam, bahkan sampai dini hari, hanya untuk menyaksikan dikirabnya hewan sakral Keraton Kasunanan Surakarta yaitu, Kyai Slamet. Mereka tidak hanya berasal dari Solo Raya, tetapi juga dari luar karesidenan Surakarta. Kirab tersebut sudah menjadi salah satu hiburan tersendiri bagi masyarakat, bahkan bisa menjadi aset bagi mereka yang mendapatkan peruntungan dari kegiatan tersebut. Julukan "pariwisata budaya" sangat patut disandang oleh acara tersebut. Kirab bukanlah hal kuno, tetapi warisan budaya yang harus kita lestarikan.












Minggu, 21 Desember 2008

Solo International Etnic Music 2008






Hakikat seni yaitu bermain acap kali dilupakan orang. Para seniman cenderung berprestasi saat membuat kreasi seni daripada hendak bermain. Bermain sering diartikan sebagai berkreasi sekaligus bereksperimen.
Solo International Etnik Musik (SIEM) yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2008 sampai dengan 1 November 2008, mengambil tempat yaitu di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo. Acara tersebut dapat menjadi magnet bagi warga solo khususnya untuk menyaksikan live performance puluhan seniman musik etnik dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa artis ibu kota seperti Reza Artamevia dan Syaharani yang membawakan lagu dengan balutan musik etnik.
SIEM 2008 juga dimeriahkan oleh beberapa seniman musik dari mancanegara seperti Glen Doyle yang memainkan alat musik khas suku Aborigin. Selain Glen Doyle, SIEM 2008 ini juga dimeriahkan oleh wanita muda berbakat dari Taiwan, yaitu Yi Chen Chang yang piawai memainkan biola, kecapi serta alat musik petik khas Taiwan.
Selain dapat menampilkan kreasi musik etnik dari berbagai daerah, acara SIEM ini juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya musik etnik yang sedikit demi sedikit mulai terkikis oleh musik modern yang kebanyakan berasal dari negara-negara barat. SIEM juga menjadi salah satu ajang pelestarian budaya nusantara (Indonesia) serta beberapa budaya mancanegara yang memiliki musik khas. Maka berkreasi dan bereksperimen dengan musik etnik tidaklah menjadi hal yang ketinggalan jaman, tetapi justru malah menjadi kebanggaan tersendiri dalam berperan serta pada upaya pelestarian musik etnik daerah di Nusantara.

International Keroncong Festival

Kupejamkan mata ini,
Mencoba tuk melupakan,
Segala kenangan indah , tentang dirimu…
Tentang mimpiku,
Semakin aku mencoba,
Bayangmu semakin nyata,
Merasuk hingga kejiwa, Tuhan tolonglah diriku…

Itulah sebait lagu yang dinyanyikan pada suatu malam dalam acara International Keroncong Festival (IKF) 2008, yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut (4-6 Desember 2008), di Sitihinggil Keraton Kasunanan, Surakarta.
Walau hanya diramaikan satu peserta dari luar negeri, yakni dari Malaysia, festival yang berlangsung dari hari kamis sampai dengan sabtu tersebut juga diramaikan oleh 11 grup music dan keroncong dari luar Solo dan lima grup dari Solo, yang antara lain Harmony Chinese Music Group (Bandung), Canina (Surabaya), Congrock (Semarang), Irama Bama (Surabaya), Rinonce (Yogyakarta), Bintang Remaja (Pati), Irama Pakuan (Bogor), Cyber (Bandung), Orkes Tirta Lawu, Orkes Damai, Orkes Minimalis, dan Orkes Solo Senior. Festival ini juga dimeriahkan oleh beberapa penyanyi papan atas yaitu Melly Goeslaw, Ikhsan IDOL, serta Tia dan Haikal AFI.
Sayangnya, festival ini tidak dimeriahkan oleh dua maestro keroncong asal Solo, Gesang Martohartono (pencipta lagu “Bengawan Solo”) dan Waljinah, yang dikenal sebagai pelantun tembang keroncong “Walang Kekek”. Maka, dengan adanya Festival ini, kita berharap music keroncong tidak akan punah dan tetap dilestarikan.



Solo International Etnic Music 2008






Hakikat seni yaitu bermain acap kali dilupakan orang. Para seniman cenderung berprestasi saat membuat kreasi seni daripada hendak bermain. Bermain sering diartikan sebagai berkreasi sekaligus bereksperimen.

Solo International Etnik Musik (SIEM) yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2008 sampai dengan 1 November 2008, mengambil tempat yaitu di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo. Acara tersebut dapat menjadi magnet bagi warga solo khususnya untuk menyaksikan live performance puluhan seniman musik etnik dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa artis ibu kota seperti Reza Artamevia dan Syaharani yang membawakan lagu dengan balutan musik etnik.

SIEM 2008 juga dimeriahkan oleh beberapa seniman musik dari mancanegara seperti Glen Doyle yang memainkan alat musik khas suku Aborigin. Selain Glen Doyle, SIEM 2008 ini juga dimeriahkan oleh wanita muda berbakat dari Taiwan, yaitu Yi Chen Chang yang piawai memainkan biola, kecapi serta alat musik petik khas Taiwan.

Sehingga acara SIEM ini dapat menjadi sarana untuk pelestarian budaya (musik etnik) dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara.

Jumat, 19 September 2008

mODeLs pArT 2





Belajar untuk yang kedua kalinya, Mohon kritik saran dan bantaian, serta transfer ilmunya.